Saturday, March 1, 2014

Kuala Lumpur, Lukut - Port Dickson [Hari 2]

[Tgl 12-Feb-2014]

Karena kemarin sangat capek sekali kami tidur sangat enak dan ditambah dengan kasur King koil nya Hotel tune jadilah tidur tambah nikmat rasanya. Lalu semua weker yang kami pasang tepat bunyi jam 3 subuh dan yang duluan bangun waktu itu aku karena harus membereskan koper dan tas yang masih berantakan karena kami harus menata ulang barang yang kami bawa, karena subuh jadi hawa cukup dingin dan membuat badan ku mengigil jadilah aku cepat2 memakai jaket + celana panjang. Tidak pakai lama kami pun siap untuk check out dari hotel dan menuju ke bandara ngurah rai dan proses check out dari hotel sangat gampang tinggal kembalikan kunci + handuk beres dah dan nanti uang depositku dikembalikan.

Waktu itu kami meminta bantuan pihak hotel untuk memanggilkan kami 1 taxi tujuan bandara, ternyata setelah dicoba beberapa kali termasuk aku juga menelepon taxi lainnya, ternyata susah tidak ada yang menjawab panggilan telepon kami #wheww... beda sama surabaya, jam berapa pun siap melayani# Akhirnya kami di tawarkan Private Airport Transfer #bahasanya dibuat keren, karena mahal bokkk hehe...# oleh pihak hotel dengan membayar Rp. 100.000. Setelah berunding sama istriku akhirnya kami memutuskan untuk ambil saja tawaran tersebut toh juga beda Rp. 20.000 dan ini masih subuh dan kami ada di antah berantah #nasib nih yang jarang ke bali...#




Private Airport Transfer menggunakan mobil pribadinya resepsionis yaitu sejenis jazz gitu #lupa lihat merek mobilnya karena masih subuh hehe...# dan perjalanan kami cukup lama biarpun keadaan jalan masih sepi dan masih gelap, berbeda dengan waktu dulu aku menginap di Tune hotel Kuta yang sangat dekat dengan bandara karena cukup 10 menit sudah sampai bandara. Setelah sampai di bandara Ngurah Rai yang megah dan mewah ini tapi tetap... masih belum tuntas, kami langsung lanjut ke area check in counter airasia, tetapi seperti biasa kami harus melewati detector dulu. Kali ini proses pemeriksaan detector sangat teliti semua aksesori yang ada ditubuh harus dilepas dari jam tangan, handphone, ikat pinggang semua dah yang menggandung besi harus di copot dan di taruh di wadah yang telah disediakan oleh pihak bandara. Dan untung waktu itu aku tidak menggunakan ikat pinggang #ribet kan harus pasang dan cabut ikat pinggang...#

Setelah itu kami lanjut antri di counter Airasia tujuan Kuala Lumpur dan seperti biasa antriannya kayak ular panjang. Jam waktu itu menunjukan pukul 5 subuh giliran kami untuk proses check in Airasia #proses check in sudah aku lakukan lewat web, ini hanya proses cek dokumen paspor aja# dan 1 koper kami taruh di bagasi dan 1 tas + stroller kami bawa sendiri. Setelah mendapatkan boarding pas kami lanjut menuju ke gate tetapi seperti biasa kami harus melewati detector lagi + imigrasi. Waktu itu karena aku terbiasa mengisi kartu imigrasi #seperti waktu aku ke hongkong dan ke singapore dulunya# akhirnya kami juga mengisi kartu imigrasi untuk ke KL, tetapi setelah kami didepan konter imigrasi kartu tersebut tidak digunakan lagi jadi cukup paspor saja.

Sampailah kami di gate Airasia dan kami duduk sejenak di lantai karpet sofa yang nyaman sambil menunggu panggilan untuk naik ke atas pesawat. Dan tidak pakai lama kamipun semua dipanggil untuk berangkat.

Lagi Antri mau naik ke pesawat
lagi di Bus yang mengantarkan kami ke pesawat



Karena yovan sudah 2 tahun lebih dan tidak mungkin untuk ditipu umurnya karena harus menggunakan paspor, akhirnya yovan terhitung 1 tiket dan mendapat 1 kursi jadi kami total 3 kursi pada penerbangan kali ini. Seperti biasa pelayanan Airasia tidak pernah membuat aku dan keluarga ku kecewa mereka total banget dalam melayanin semua penumpangnya #lain banget dengan maskapai kita yang juga statusnya LCC....whew kapan semangatnya kayak Airasia dan pantas saja Airasia menang skytrack terus 5 tahun berturut-turut#

Proses take off pesawat mulus di pagi hari yang cerah dan yovan pun dengan 1 botol susu sudah tertidur dengan lelapnya. Perjalanan Bali - KL di tempuh dengan waktu 3 jam lamanya #whew.. garing boookkk...# tetapi tenang sudah ada persiapan, karena aku naik pesawat LCC jadi entertaiment flight tidak ada jadilah aku bawa Samsung tab 2 ku dan waktu itu aku habiskan waktu 3 jam menonton variety show  Running Man dan ini sangat menghiburku dan 3 jam itu tidak terasa banget.

Berkat promo murah, jadilah pesawat terisi penuh


Cukup sempit, tapi ya namanya juga tiket murah ^_^
Pagi yang cerah

Akhirnya kami sampai juga dibandara LCCT Kuala Lumpur, yang menjadi home base terbesar pesawat Airasia karena semua rute international mereka akan berhenti ke bandar udara ini. Sekali lagi karena ini pesawat LCC jadilah semua serba minim #jangan berharap kayak naik Singapore Airline ya, ataupun Garuda hehe...# kami turun tidak pakai Garbarate jadi kami turun tangga manual terus jalan kaki cukup jauh untuk masuk ke kawasan terminalnya #capek juga karena jauh banget, dan ditambah aku gendong yovan yang masih tertidur pulas sedangkan fifi yang menenteng tas...wheww...#

Setelah masuk ke area terminal kami langsung berhadapan sama imigrasi Malaysia, dan kami waktu itu tergolong cukup rejeki karena imigrasi masih sepi. Kemudian tanpa ada kendala kami lanjut ke area pengambilan bagasi, dan singkat cerita kami dapatkan juga koper kami + stroller.

Kemudian kamipun keluar dan ternyata keluarga cecenya istriku sudah ada diluar dan siap mengantarkan kami ke rumahnya. Kami waktu itu dijemput menggunakan mobil Inova silver dan perjalanan dari Bandara ke rumah cecenya cukup jauh kurang lebih 45 menit. Karena masih buta dimana letak rumah cecenya kamipun menikmati makanan cakwe enak dari cecenya dan ditambah dengan melihat pemandangan yang jarang kami temukan di indonesia khususnya Desaku yaitu deretan perkebunan kelapa sawit, jalan raya yang bagus, palang tanda bahaya berkedaraan yang lengkap jadi pengalaman yang sangat berbeda waktu itu yang aku rasakan.

Perkebunan kelapa sawit yang tertata rapi

Perkebunan kepala sawit


Ini mungkin Ruko yang tidak laku dijual

Karena kami tiba pukul 10 pagi dan belum makan siang oleh cecenya kami berhenti disalah satu rumah makan untuk makan siang dulu, dan makanannya mantap dah berikut penampakannya...


Makan Siang kami waktu itu...Mantap

Akhirnya kami sampai juga dirumah cecenya, kesan pertama besar banget dan tentu saja nyaman dan oleh cecenya kami diberi spesial 1 kamar tidur dengan 2 buah kasur untuk kami tidur. oh ya aku dan istriku tidak terlalu bisa berkomunikasi sama suami dari cecenya karena suami cecenya 90% bahasa mandarin dan sedikit bahasa melayu jadilah kami jarang berkomunikasi kalaupun kami harus berbicara biasanya cecenya yang menjadi translator kami ^_^. Setelah perjalanan yang melelahkan kami pun istirahat

Tepat jam 5 sore kami diajak oleh keluarga cecenya untuk keliling daerah Lukut - port dickson, suasana daerah ini mirip kayak Bima jadi hanya ada deretan Ruko2 dan ditambah dengan banyaknya rumah makan (mirip kopitiam sederhana gitu) karena kebiasaan orang local sore hari kumpul untuk sekedar minum teh cina + ngobrol dengan teman2 #menurut info ini seperti kebiasana orang tiongkok dulu#

Daerah sekelas kecamatan, tetapi bersih banget tempatnya dan orang2 sana sangat disiplin


Mencoba makan es campur #Sori gak ada foto Es nya karena keburu habis hehe...#

Narsis Dikit...

Perjalanan kami sore itu dimulai dengan menjajal 1 demi 1 supermarket yang ada didaerah itu, karena cukup banyak supermarket2 besar didaerah itu #disana supermarket bahasanya PasarRaya#

Foto disalah satu PasarRaya...

Pada jam 7an malam aku sempat kaget karena didaerah sana masih terang seperti kalau di indonesia jam 5 sore, jadi disana akan mulai gelap jam 7.30 malam. Sekitar jam 10 malam kami pulang ke rumah untuk beristirahat karena besok pagi2 kami harus ke dokter kandungan untuk mengecek Miom dan Kista istriku dan cecenya.

[Hari 1] Kuala Lumpur, Lukut - Port Dickson

[Hari 3] Kuala Lumpur, Colombia Asia Hospital - Sereban



Artikel Terkait..

No comments:

Post a Comment